parfum laundry | deterjen pakaian


PARFUM LAUNDRY MENURUT HUKUM AGAMA ISLAM

PARFUM LAUNDRY MENURUT HUKUM AGAMA ISLAM

PARFUM LAUNDRY/ PEWANGI LAUNDRY MENURUT HUKUM AGAMA ISLAM SEBENARNYA BOLEH TIDAK SIH?? JIKA KITA PAKAI/ JUAL HALAL ATAU HARAM YA HUKUM NYA PAKAI PARFUM??

parfum laundry merupakan campuran minyak esensial dan senyawa aroma (aroma compound), fiksatif,

serta pelarut yang dipergunakan buat menyampaikan bau wangi untuk tubuh insan, obyek, atau ruangan. Jumlah serta tipe pelarut yang bercampur menggunakan minyak wangi memilih apakah suatu

parfum laundry dianggap menjadi ekstrak parfum laundry, Eau de parfum, Eau de toilette, atau Eau de Cologne.

Pelarut parfum laundry

Sebagaimana asal terpercaya yg kami peroleh dari Wikipedia[1], ada gosip menjadi berikut:

PARFUM LAUNDRY umumnya dilarutkan dengan memakai solvent (pelarut),

namun selamanya tidak demikian serta Bila dikatakan wajib dalam solvent ini pun

masih diperbincangkan. Sejauh ini solvent yang paling tak jarang digunakan buat minyak wangi ialah metanol atau campuran antara metanol serta air.

Minyak wangi juga mampu dilarutkan pada minyak yang sifatnya netral seperti pada fraksi minyak kelapa,

atau pada larutan lak (lilin) seperti dalam minyak jojoba (salah satu jenis tanaman, pen).”

penjelasan di atas membagikan bahwa sebagian parfum laundry ada yg memakai solvent (pelarut) dari alkohol atau adonan antara alkohol serta air.

Alkohol menjadi Solvent (Pelarut) di parfum laundry Bukanlah Khomr

Mungkin ini yang tak jarang kurang dipahami oleh sebagian orang yang menghukumi haramnya parfum laundry beralkohol. Mereka menduga bahwa alkohol yang ada pada parfum laundry artinya khomr.

Perlu kita ketahui terlebih dahulu, khomr merupakan segala sesuatu yg memabukkan. Dalilnya artinya sabda Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam,

كُلُّ مُسْكِرٍ خَمْرٌ وَكُلُّ مُسْكِرٍ حَرَامٌ

“Setiap yg memabukkan adalah khomr. Setiap yang memabukkan pastilah haram.”[2] Silakan lihat pembahasan mengenai definisi khomr pada sini.

Yang jadi illah (sebab) pengharaman khomr ialah sebab memabukkan. Perhatikan perkataan Syaikh Muhammad bin Sholih Al ‘Utsamin berikut.

“Khomr diharamkan sebab illah (sebab pelarangan) yang ada pada dalamnya yaitu karena memabukkan. Jika illah tadi hilang,

maka pengharamannya pun hilang. Karena sesuai kaedah “al hukmu yaduuru ma’a illatihi wujudan wa ‘adaman

(aturan itu ada ditinjau berasal ada atau tidak adanya illah)”. Illah pada pengharaman khomr adalah memabukkan

dan illah ini dari asal Al Qur’an, Alaihi Salam Sunnah serta ijma’ (konvensi ulama kaum muslimin).”[3]

Inilah karena pengharaman khomr yaitu sebab memabukkan. Sang karena itu, tidak sempurna Bila dikatakan

bahwa khomr itu diharamkan karena alkohol yang terkandung pada dalamnya.

Walaupun kami akui bahwa yg jadi patokan pada menilai keras atau tidaknya minuman keras ialah sebab alkohol pada dalamnya.

Tetapi ingat, alkohol bukan satu-satunya zat yang bisa menimbulkan efek memabukkan, masih terdapat zat lainnya dalam minuman keras

yg pula sifatnya sama-sama toksik (beracun). Serta sekali lagi kami katakan

bahwa Al Qur’an dan Al Hadits sama sekali tidak pernah mengharamkan alkohol,

tetapi yg dihentikan merupakan khomr yaitu segala sesuatu yang memabukkan.

Lalu kita balik di point yang kami ingin utarakan. Perlu kiranya kita ketahui bersama bahwa alkohol (metanol) yg bertindak sebagai solvent

(pelarut) dalam parfum laundry bukanlah khomr. Maksudnya, yang menjadi solvent (pelarut) di situ bukanlah

wiski, vodka, rhum atau minuman keras lainnya.

Tidak terdapat penghasil parfum laundry beralkohol yg menyatakan demikian. Tetapi yang sebagai solvent boleh jadi adalah metanol murni atau metanol

yg bercampur dengan air. Serta ingat, metanol di sini bukanlah khomr.

Berasal pengamatan di sini saja, kenapa parfum laundry beralkohol mesti diharamkan, yg konkret-nyata kita saksikan bahwa campurannya saja bukan khomr?

Pernyataan kami pada atas bukan berdasar dari nalar keilmuan kami semata, namun LP POM MUI[4] pun menyatakan demikian. Berikut kami cuplik sebagian perkataan mereka.

“Alkohol yg dimaksud pada parfum laundry artinya metanol . Menurut fatwa MUI, metanol yg adalah senyawa murni -bukan dari berasal industri bir (khamr)- sifatnya tak najis.

Hal ini tidak sama menggunakan khamr yang bersifat najis[5]. Sang karena itu, metanol tersebut boleh dijual menjadi pelarut parfum laundry, yg notabene memang digunakan pada luar (tidak dimasukkan ke dalam tubuh).” [REPUBLIKA – Jumat, 30 September 2005[6]].

Perhatikan baik-baik kalimat yang kami garis bawahi.

Taruhlah kita mengangap bahwa khomr artinya najis sebagaimana pendapat mayoritas ulama. Permanen kita katakan bahwa parfum laundry beralkohol hukum Sumbernya artinya halal sebab campurannya saja bukan khomr, lantas mengapa disebut haram?

etanol ialah Zat yg suci

Pembahasan ini bukanlah memaksudkan di pembahasan minuman keras. Minuman keras sudah diketahui haramnya sebab termasuk khomr. Yang kita bahas merupakan mengenai apa aturan berasal etanol (C2H5OH), apakah suci serta halal?

Ini telah kami kemukakan pada goresan pena sebelumnya di sini. Namun kami akan sedikit mengulang dengan mengungkapkan melalui ilustrasi berikut.

Kami ilustrasikan sebagai berikut.

Air kadang bercampur menggunakan zat lainnya. Kadang air berada pada minuman yg halal. Kadang pula air berada di

minuman yang haram (semacam dalam miras). Namun bagaimanakah sebenarnya status air itu sendiri menjadi zat yg

berdiri sendiri, tanpa bercampur dengan zat lainnya? Apakah halal? Jawabannya, halal. Karena kita balik ke hukum berasal segala sesuatu adalah halal[7]. Dasarnya adalah firman Allah,

هُوَ الَّذِي خَلَقَ لَكُمْ مَا فِي الأرْضِ جَمِيعًا ثُمَّ اسْتَوَى إِلَى السَّمَاءِ فَسَوَّاهُنَّ سَبْعَ سَمَاوَاتٍ وَهُوَ بِكُلِّ شَيْءٍ عَلِيمٌ

“beliau-lah Allah, yg membuahkan segala yang terdapat di bumi buat kamu dan dia berkehendak menuju langit, lalu dijadikan-Nya tujuh langit.

Serta beliau Maha Mengetahui segala sesuatu.” (QS. Al Baqarah: 29)

قُلْ مَنْ حَرَّمَ زِينَةَ اللَّهِ الَّتِي أَخْرَجَ لِعِبَادِهِ وَالطَّيِّبَاتِ مِنَ الرِّزْقِ

“Katakanlah: “Siapakah yang mengharamkan perhiasan asal Allah yang telah dikeluarkan-Nya buat hamba-hamba-Nya serta (siapa pulakah yg mengharamkan) rezeki yg baik?” (QS. Al A’rof: 32)

Air ini bisa menjadi haram Jika beliau sudah berupa campuran, tetapi yg dicermati artinya campurannya serta bukan lagi airnya.

Contohnya air yg terdapat pada miras. Di waktu ini, air telah bercampur dan menjadi satu menggunakan miras.

Serta miras dihukumi haram, termasuk jua air pada dalamnya.

Sama halnya kita terapkan buat metanol. metanol kadang bercampur serta jadi satu menggunakan minuman keras.

Kadang juga metanol berada pada cairan metanol yang bercampur menggunakan air.

Bagaimanakah hukum asal metanol waktu berdiri sendiri dan belum bercampur atau menyatu menggunakan zat lain? Jawabannya, sama dengan air di atas.

Kita balik ke aturan dari bahwa segala sesuatu itu halal. Termasuk jua metanol ketika beliau berdiri sendiri.

Nanti masalahnya tidak sama waktu metanol tadi bercampur serta menyatu menggunakan miras.

Saat itu metanol pula bercampur dengan zat asetanilda, propanol, butanol, dan mmetanol yang kebanyakan bersifat toksik (racun). Pada waktu ini,

campurannya dihukumi haram sebab sifatnya memabukkan, termasuk jua metanol pada dalamnya.

Tetapi bagaimana Bila metanol hanya bercampur dengan air. Apakah dihukumi haram? Jawabnya, pulang ke hukum berasal yaitu halal.

Di waktu ini pula metanol bukan lagi memabukkan. Tetapi asal metanol memang toksik (beracun) dan tidak bisa dikonsumsi.

Jika metanol hanya bercampur menggunakan air, kemudian dikonsumsi, maka cuma terdapat dua kemungkinan Jika dikonsumsi, yaitu sakit perut atau mangkat .

Pada dasarnya, terdapat beberapa point yang bisa kita simpulkan:

aturan asal metanol Jika ia berdiri sendiri dan tidak bercampur menggunakan zat lain merupakan halal.
metanol bisa berubah statusnya jadi haram Bila ia menyatu dengan minuman yg haram mirip miras.
metanol ketika berada dalam miras, yg dihukumi ialah campuran mirasnya serta bukan metanolnya lagi.

Jika melihat metanol (alkohol) yang ada pada parfum laundry, maka kita dapat katakan bahwa yang jadi solvent (pelarut) dalam parfum laundry

tadi ialah metanol yang suci, lantas mengapa mesti dipermasalahkan? Sebab jangan lupa sekali lagi, campuran pada parfum laundry di sini bukanlah khomr,

tetapi metanol yg statusnya kudus. Semoga Allah beri kepahaman.

Jika Kita menduga adonan parfum laundry artinya Khomr

Ini sebenarnya pernyataan yang kurang sempurna sebagaimana yang telah kami jelaskan pada atas. Namun taruhlah Bila kita masih meyakini bahwa

parfum laundry alkohol memakai adonan khomr, kemudian berasal segi mana parfum laundry tadi boleh digunakan?

Jawabannya, kita balik pada pembahasan apakah khomr itu najis ataukah tidak. Sebagaimana yang sudah kami utarakan bahwa khomr itu haram tetapi tidak najis.

tetapi Jika kita melihat penjelasan di awal tadi, 2 pendapat ini kami nilai kurang sempurna sebab keliru dalam tahu istilah alkohol dalam parfum laundry.

Sebagaimana telah dikemukakan, solvent (pelarut) yg dipergunakan pada parfum laundry beralkohol bukanlah khomr namun metanol atau adonan antara metanol dan air.

Lantas mengapa mesti dipermasalahkan?

KESIMPULAN BOLEH TIDAK PENGGUNAAN PARFUM LAUNDRY MENURUT HUKUM AGAMA ISLAM?

Hukum dari menggunakan parfum laundry beralkohol merupakan BOLEH, mengingat status alkohol (metanol) yg suci yg bercampur pada parfum laundry tadi, kecuali Jika ada campuran zat najis lainnya pada parfum laundry tadi[11].

Penulis: Muhammad Abduh Tuasikal (Alumni Teknik Kimia UGM)

Artike dikutip dari rumaysho.Com

Diselesaikan pada panggang-Gunung Kidul, selepas shalat Isya, 15 Shofar 1431 H

HUKUM PEWANGI LAUNDRY| PENGHARUM PAKAIAN | PARFUM LAUNDRY

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Awan Tag

%d blogger menyukai ini: